Perjalanan Uang Koin Rupiah #CintaRupiah

uang koin

Cinta Rupiah –  Uang koin bagi setiap negara, memiliki nilai yang sama berharganya seperti uang kertas. Walau dari sisi nilai secara nominal berbeda, namun penghargaan dan penggunaannya tetap sah dan diakui oleh negara sebagai alat tukar dalam bertransaksi.

Uang koin yang dibuat dari nikel, alumunium atau kuningan ini memiliki dua sisi yang berbeda. Sisi gambar dan sisi tulisan nominalnya. Untuk sisi gambar biasanya menggambarkan sesuatu yang memiliki nilai historis negara kita. Kalau bicara bentuk, hingga saat ini, bentuk uang logam yang ada di negara kita berbentuk bulat.

Pada uang logam, sebagian besar yang telah dikeluarkan oleh Bank Indonesia terdapat gambar lambang negara dan gambar-gambar binatang yang dilindungi negara. Mulai dari burung garuda, kakaktua raja, burung kepondang hingga burung cendrawasih. Ada juga yang bolong bagian tengahnya ada juga yang tidak bolong pada bagian tengahnya.

Pada tahun emisi atau tahun pembuatan 1951, 1952 dan 1954, pemerintah pernah mengeluarkan uang koin bulat yang bolong pada bagian tengahnya. Uang koin yang terbuat dari aluminium ini memiliki nominal pecahan paling kecil, yaitu 1 sen dan 5 sen. Gambar bunga menjadi salah satu penghias uang logam tersebut. Dan di sisi lain terdapat tulisan berbahasa arab yang artinya Indonesia. Namun, di tahun emisi 1954, uang koin pecahan 5 sen yang dikeluarkan pemerintah, tidak bolong tengahnya. Dan itu terjadi hingga tahun emisi saat ini.

Perubahan sisi uang koin yang bertulisakan Indonesia dalam bahasa arab mulai diganti dengan tulisan dalam bahasa Indonesia pada tahun emisi 1954. Dan ini dimulai pada uang koin pecahan 10 sen, hingga saat ini. Bahan aluminium digunakan untuk membuat uang koinnya. Dan gamba burung garuda telah menggantikan gambar bunga pada salah satu sisinya.

Berturut-turut pecahan 20 sen, 25 sen dan 50 sen, burung garuda masih terus digunakan sebagai bagian dari pembuatan uang koin. Namun di tahun 1952-1957, pemerintah mengeluarkan pecahan uang koin 50 sen dengan gambar pahlawan pangeran Diponegoro untuk pertama kalinya.

Perubahan tulisan sen menjadi rupiah, dimulai saat tahun emisi 1970 hingga saat ini. Uang pecahan 1 rupiah lah yang memulainya. Lalu muncul pecahan 1, 2, 5, 10, 25, 50, 100, 200, 500 dan 1000 rupiah hingga saat ini. Tak hanya uang berbahan aluminium saja yang pemerintah keluarkan, namun berbahan kuningan, nikel juga mewarnai perjalanan uang koin di negara kita. Sebagai anak bangsa, sudah seharusnya mengetahui sekelumit perjalanan uang koin yang telah menjadi nilai tukar sah di negara kita. Ini menjadi bagian tak terpisahkan dalam bentuk mencintai rupiah, minimal dengan mengetahui sejarahnya.

 

foto merdeka

(Visited 116 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *