3 Wisata Alam Terbaik di Brebes Selatan

wisata kaligua

3 Wisata Alam Terbaik di Brebes Selatan – Wisata alam Brebes bagian selatan sebenarnya tidak sedikit. Banyak obyek-obyek wisata yang mempunyai potensi sebagai wisata alam yang layak dikunjungi. Beberapa tempat wisata alam di Brebes Selatan antara lain yaitu Wisata Agro Kebon Teh Kaligua di kecamatan Paguyungan, Curug Puteri, dan Waduk Penjalin. Berikut ulasannya :

wisata kaligua
kebun teh kaligua (wikipedia)
  1. Agro Wisata Kebon Teh Kaligua
    Lokasi wisata Kebon Teh Kaligua terletak di Kecamatan Paguyungan kabupaten Brebes Selatan. Agrowisata Kaligua dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara IX (persero) Jawa Tengah.  Agro wisata kebon teh menawarkan  tempat yang menarik untuk dikunjungi diantaranya adalah kebun teh, telaga ranjeng, goa jepang, mata air tuk bening dan bumi perkemahan serta beberapa permainan outbond yang bisa dicoba untuk menguji adrenalin para pengunjung. Ketika berada di perkebunan teh Kaligua, selain dapat menikmati indahnya hamparan perkebunan teh dapat juga memandang puncak gunung Slamet.
    Berbagai macam paket wisata yang dapat dinikmati oleh para wisatawan antara lain adalah Wisata edukasi seperti melihat budidaya teh dan proses pengolahannya secara langsung, selain itu paket wisata historis, wisata rekreasi keluarga dan masih banyak paket lainnya yang bisa wisatawan nikmati.
  2.  Curug Puteri
    Curug Puteri juga menjadi potensi objek wisata ketika singgah di Brebes bagian Selatan. Curug ini berlokasi di kecamatan Sirampong tidak jauh dari kecamatan Paguyangan. Pesona alam di sekitar curug Putri yang indah dan natural sangat cocok untuk melepas kepenatan dan mencari kesejukan. Keadaan curug puteri ini masih sangat alami dan natural, obyek wisata yang satu ini huga belum dikelola oleh pemerintah daerah setempat. Perlahan namun pasti Curug puteri pasti dilirik para investor karena keindahan curug yang dapat dimanfaatkan sehingga dapat bermanfaat juga bagi penduduk sekitar.
  3. Waduk Penjalin
    Waduk wisata Penjalin adalah sebuah bendungan yang dibangun pada tahun 1930 semasa penjajahan Belanda.  Waduk ini memiliki luas 1,25 meter kubik. Waduk Penjalin dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk mencari nafkah, seperti mencari ikan, memelihara keramba apung dan pada saat hari libur seperti hari lebaran waduk ini dimanfaatkan untuk rekreasi menggunakan perahu yang disewakan oleh masyarakat sekitar.
(Visited 79 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *